Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik

ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK (AAUPB)

AAUPB adalah pemerintahan yang tindakan-tindakan pemerintahannya yang berupa keputusan-keputusan tidak menjadi bulanan-bulanan di peradilan, khususnya di Peradilan Tata Usaha Negara, karena keputusan-keputusannya selalu digugat oleh orang/badan hukum perdata.

Menurut Para Ahli:

VAN DER BURG dan GJM. CARTIGNY memberikan definisi mengenai algemene beginselen van behoorlijk bestuur (abbb), adalah asas-asas hukum yang tidak tertulis yang harus diperhatikan oleh badan atau pejabat tata usaha Negara dalam melakukan tindakan hukum yang akan dinilai kemudian oleh Hakim Tata Usaha Negara.

HD. Van WIJK /WILLEM KONIJNENBELT menulis sebagai berikut: organ-organ pemerintahan – yang menerima wewenang untuk melakukan tindakan tertenu menjalankan tindakannya tidak hanya terkait pada peraturan perundang-undangan; hukum tertulis, disamping itu organ-oragan pemerintahan harus memperhatikan hukum tidak tertulis, yaitu asas-asas umum pemerintahan yang baik.

JBJM. Ten BERGE menyatakan bahwa, istilah asas-asas pemeritnhan yang patut sebenarnya dimaksudkan sebagai peraturan hukum tidak tertulis pada pemerintahan yang berdasarkan hukum. Dan menyebutkan bahwa, kita menemukan abbb dalam dua varian, yaitu sebagai dasar penelian bagi hakim dan sebagai norma pengarah bagi organ pemerintahan.

Belinfante, asas- asas umum pemerintahan yang baik meliputi :

  1. Asas larangan bertindak sewenang-wenang.
  2. Asas larangan mencampur adukan wewenang.
  3. Asas kepastian hukum.
  4. Asas kesaksamaan.
  5. Asas persamaan.

Veld dan Koeman, menurutnya AAUPB :

  1. Asas larangan mencampuradukan wewenang.
  2. Asas larangan bertindak sewenang-wenang.
  3. Asas persamaan.
  4. Asas kepastian hukum.
  5. Asas harapan-harapan yang ditumbuhkan.
  6. Asas kejujuran.
  7. Asas kecermatan.
  8. Asas pemberian dasar pertimbangan.

Menurut Kuntjoro Purbopranoto asas-asas umum pemerintahan yang baik, meliputi :

  1. Asas Kepastian Hukum :

Asas ini menghormati hak yang diperoleh seseorang berdasarkan suatu keputusan, walaupun keputusan itu salah dan kesalahan tersebut dibuat oleh badan / pejabat yang membuat keputusan itu.

  1. Asas Keseimbangan :

Dalam asas ini dikehendaki adanya keseimbangan antara hukuman dan kelalaian seseorang.

  1. Asas Kesamaan Dalam Mengambil Keputusan :

Asas ini menghendaki agar badan / pejabat tata usaha negara harus mengambil tindakan yang sama ( tidak bertentangan ) dengan kasus-kasus yang faktanya sama.

  1. Asas Bertindak Cermat :

Asas ini menghendaki agar badan / pejabat tata usaha negara harus bertindak cermat atau hati-hati agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

  1. Asas Motivasi Untuk Setiap Keputusan :

Asas ini menghendaki bahwa keputusan harus didasari alasan / motivasi yang cukup. Motivasi itu harus adil dan jelas.

  1. Asas Jangan Mencampuradukan Kewenangan :

Tidak boleh menggunakan kewenangan itu untuk tujuan lain selain daripada tujuan yang telah ditetapkan untuk kewenangan itu.

  1. Asas Permainan Yang Layak / Asas Perlakuan Yang Jujur :

Warga masyarakat harus diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mencari kebenaran.

  1. Asas Menanggapi Penghargaan Yang Wajar :

Tindakan-tindakan badan / pejabat itu harus menimbulkan harapan-harapan bagi para warga masyarakat.

  1. Asas Meniadakan Akibat Suatu Keputusan Yang Batal :

Asas ini menghendaki agar kedudukan seseorang dipulihkan kembali sebagai akibat dari keputusan yang batal.

  1. Asas keadilan dan kewajaran :

Asas ini menyatakan bahwa suatu tindakan yang tidak adil / tidak layak adalah terlarang dan apabila badan / pejabat tata usaha negara bertindak bertentangan dengan asas ini, maka tindakan itu dapat dibatalkan.

  1. Asas Perlindungan Atas Pandangan Hidup / Cara Hidup :

Setiap orang mempunyai hak atas kehidupan pribadinya dan pemerintah harus menghormati hak tersebut.

  1. Asas kebijaksanaan :

Dalam tugas mengabdi pada kepentingan umum, badan / pejabat itu tidak perlu menunggu instruksi tetapi langsung dapat bertindak dengan berpijak pada asas kebijaksanaan ( spontan ) .

  1. Asas Penyelenggaraan Kepentingan Umum :

Kepentingan umum meliputi kepentingan nasional dalam nasional dalam arti kepentingan bangsa, negara, masyarakat. Kepentingan umum mengatasi kepentingan individu, golongan dan daerah.

Jazim Hamidi menemukan pengertiaan AAUPL berikut ini:

  1. AAUPL merupakan nilai-nilai etik yang dihup dan berkembang dalam lingkungan hukum administrasi negara
  2. AAUPL berfungsi sebagai pegangan bagi pejabat administrasi negara dalam menjalankan fungsinya, merupakan alat uji bagi hakim administrasi dalam menilai tindakan administraasi negara (yang berwuju penetapan/ beshikking), dan sebagai dasar pengajuan gugatan bagi pihak penggugat
  3. Sebagian besar dari AAUPL masih merupakan asas-asas yang tidak tertulis, masih abstrak dan dapat digali dalam praktik kehidupan di masyarakat.
  4. Sebagian asas yang lain sudah menjadi kaidah hukum tertulis dan terpencar dalam berbagai peraturan hukum positif

Peraturan Perundang-undangan:

Sebenarnya asas-asas ini dapat digunakan dalam praktik peradilan di Indonesia karena memiliki sandaran dalam Pasal 14 ayat (1) UU No. 14 Tahun 1970 tentang Kekuasaan Pokok Kehakiman;

“pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa dan mengadili sesuatu perkara yang diajukan dengan dalih bahwa hukum tidak atau kruang jelas melainkan wajib untuk memeriksa dan mengadilinya.”.

 

dalam Pasal 27 ayat (1) ditegaskan:

“hakim sebagai penegak hukum dan keadilan wajib menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat”.

 

Seiring dengan perjalan waktu dan perubahan politik Indonesia, asas-asas ini muncil dan dimuat dalam suatu undang-undang yaitu UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Pasal 3 UU No. 28 Tahun 1999 menyebutkan beberapa asas umum penyelenggaraan negara, yaitu sebagai berikut:

  1. 1.      Asas kepastian hukum: asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara.
  2. 2.      Asas tertib penyelenggaraan negara: asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara.
  3. 3.      Asas kepentingan umum: asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara aspiratif, akomodatif dan selektif.
  4. 4.      Asas keterbukaan: asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan dan rahasia negara.
  5. 5.      Asas proporsionalitas: asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggara negara.
  6. 6.      Asas profesionalitas: asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  7. 7.      Asas akuntabilitas: asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kemudian Asas-asas tersebut diakui dan diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam proses peradilan di PTUN, yakni setelah adanya UU No. 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1986 tentang PTUN. Berdasarkan pasal 53 ayat (2) poin a disebutkan:

“keputusan tata usaha negara yan gdigugat itu bertentangan dnegan asas-asas umum pemerintahan yang baik”.

Dan dalam penjelasannya disebutkan: “yang dimaksud dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik adalah meliputi atas kepastian hukum, tertin penyelenggaraan negara, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas dan akuntabilitas, sebagai dimaksud dalam UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebes dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Disamping itu, dalam UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, asas-asas umum pemerintahan yang baik tersebut dijadikan asas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 ayat (1) yang berbunyi:

“penyelenggaraan pemerintahan berpedoman pada Asas Umum Penyelenggaraan Negara yang terdiri atas: asas kepastian hukum, asas tertib penyelenggaraan negara, asas kepentingan umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas profesionalitas, asas akuntabilitas, asas efisiensi dan asas efektivitas”.

 

Dari uraian di atas terlihat ada penambahan 2 asas yakni efisiensi danefektivitas, namun tidak ada penjelasan terkait dengan 2 asas tersebut.

Dapat kita lihat pada Rancangan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Yang dimaksud dengan adminstrasi pemerintahan dalam RUU tersebut yakni di dalam ketentuan Pasal 1 angka 1:

Administrasi Pemerintahan adalah semua tindakan hukum dan tindakan materil administrasi pemerintahan yang dilakukan oleh Instansi Pemerintah dan Pejabat Administrasi Pemerintahan

serta badan hukum lain yang diberi wewenang untuk melaksanakan semua fungsi atau tugas pemerintahan, termasuk memberikan pelayanan publik terhadap masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

 

Dan pengaturan mengenai asas-asas umum pemerintahan yang baik tertuang dalam Pasal 2 ayat (1) dan (2) RUU Adminstrasi Pemerintahan yakni:

(1)      Pejabat Administrasi Pemerintahan atau Badan dalam menjalankan hak, wewenang, kewajiban dan tanggung jawabnya wajib melaksanakan asasasas umum pemerintahan yang baik.

(2)      Asas-asas umum pemerintahan yang baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:

  1. asas kepastian hukum; asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan.
  2. asas kesimbangan; asas yang mewajibkan pejabat administrasi pemerintahan atau badan untuk menjaga, menjamin paling tidak mengupayakan keseimbangan yaitu: (1) keseimbangan kepentingan antara individu dengan individu, (2) keseimbangan kepentingan antara individu dengan masyarakat; (3) keseimbangan kepentingan antara pemerintah degan warga negara; (4) keseimbangan kepentingan antara generasi sekarang dengan generasi mendatang; (5) keseimbangan kepentingan antara manusia dengan ekosistemnya.
  3. asas kesamaan; asas yang mengutamakan perlakuan yang sama dari kebijaksaan pemerintah.
  4. asas kecermatan; asas yang mengadunga arti bahwa suatu keputusan harus dipersiapkan terlebih dahulu dan kemudian keptusan tersebut diambil dengan cermat
  5. asas motivasi; asas pemebrian suatu keputusan yang harus dapat didukung oleh alasan-alasan dengan dasar fakta yang dijadikan dasar suatu keputusan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  6. asas tidak melampaui dan atau mencampuradukan kewenangan; asas yang mewajibkan setiap Pejabat Administrasi Pemerintahan atau Badan tidak menggunakan kewenangan yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi.
  7. asas bertindak wajar; asas yang mewajibkan Pejabat Administrasi Pemerintahan atau Badan untuk tidak bertindak dan membuat keputusan yang diskriminatif.
  8. asas keadilan; setiap penyelenggaraan administrasi pemerintahan harus mencerminkan keadilan secara proporsional bagi setiap warga negara.
  9. asas kewajaran dan kepatutan; asas yang mewajibkan Pejabat Administrasi Pemerintahan atau Badan untuk tidak bertindak sewenangwenang.
  10. asas menanggapi pengharapan yang wajar; asas yang mewajibkan Pejabat Administrasi Pemerintahan atau Badan menepati janjinya yang menimbulkan pengharapan yang wajar kepada para pemohon atas layanan dan tindakan yang dibuthkan dari pemerintah.
  11. asas meniadakan akibat-akibat suatu keputusan yang batal; asas yang mewajibkan Pejabat Administrasi Pemerintahan atau Badan untuk mengambil tindakan segera atau mengganti kerugian yang timbul sebagai akibat keputusan yang batal.
  12. asas perlindungan atas pandangan hidup pribadi; asas yang mewajibkan Pejabat Administrasi Pemerintahan atau Badan menghormati pandangan hidup pribadi seseorang atau kelompok dan melakukan tindakan serta memberikan layanan tanpa melakukan diskriminasi kepada setiap warga masyarakat
  13. asas tertib penyelenggaraan administrasi pemerintahan; asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian dan keseimbangan dalam pengendalian Penyelenggaran Adminsitrasi Pemerintahan.
  14. asas keterbukaan; asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif dalam penyelenggaran administrasi pemerintahan dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan dan rahasia negara.
  15. asas proporsionalitas; asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban warga atau penduduk yang berkepentingan dalam keputusan atau perilaku pejabat adminstrasi pemerintahan di satu fihak, dan antara kepentingan warga dan penyelenggara pemerintahan dilain fihak.
  16. asas profesionalitas; asas yang mnegutamakan keahlian yang sesuai dengan tugas dan kode etik yang berlaku bagi Pejabat Adminsitrasi Pemerintahan atau Badan yang mengeluarkan keputusan adminsitrasi pemerintahan yang bersangkutan.
  17. asas akuntabilitas; asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan Penyelenggaraan Negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  18. asas kepentingan umum; asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dnegan cara yang aspiratif, akomodatif, selektif dan tidak diskriminatif.
  19. asas efisiensi; asas penyelenggaraan administrasi penyelenggaraan yang berorientasi pada minimalisasi penggunaan sumber daya untuk mencapati hasil kerja yang terbaik.
  20. asas efektifitas; asas penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang berorientasi pada tujuan yang tepat guna dan berdaya guna

 

 

SUMBER BUKU:

Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara, Rajawali Pers, Jakarta, 2008.

R. Wiryonoo., SH, Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, Sinar Grafika, Jakarta, 2009.

S. F. Marbun, Peradilan Administrasi Negara dan Upaya Administratif di Indonesia, Liberty, Yogyakarta, 1997.

 

 

 

 

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s